"Kini, kau akan mencari-cari rahasianya, tapi tak kau temukan. Sebab tentunya, kau tak sungguh-sungguh mencarinya. Kau tak benar-benar ingin tahu. Kau ingin ditipu."
The Prestige (2006) adalah film bergenre thiller/psychology yang berlatar era Victoria di London (1837-1901). Disutradarai oleh Christopher Nolan, film ini merupakan adaptasi dari novel Christian Priest yang terbit tahun 1995 dengan judul yang sama. Film ini dengan cepat meraih banyak ulasan positif dan segera dinilai sebagai film terbaik Nolan pada saat itu. Di tangga Box Office, The Prestige mendapatkan pendapatan kotor sekitar 109,6 juta dolar (1,8 miliar rupiah) dari budget 40 juta dolar.
Aku akui memang sedikit ketinggalan untuk membahas film ini sekarang haha, tapi ketika selesai menontonnya pagi ini, aku langsung ingin membahasnya karena, men.. film ini memiliki plotwist yang bertubi-tubi! Seru parah pokoknya! Dan hari ini, aku akan bahas penjelasan plottwist film ini. Namun sebelum itu, mari simak sinopsis singkatnya:
SINOPSIS
Borden dan Angier awalnya partner pesulap yang akrab. Namun Borden membuat kesalahan fatal yang mengakibatkan kematian istri Angier. Dipenuhi rasa bersalah Borden memutuskan menjadi pesulap tunggal ditemani pelayan karibnya, Fallon. Angier yang dipenuhi dendam dan benci bertekad mengejar Borden, memastikan karir dan hidupnya hancur. Namun, ketika The Transported Man ditampilkan, kebencian Angier berubah menjadi obsesi. Sekarang, Angier merubah tujuannya: Ia ingin menjadi Pesulap Terhebat, mengalahkan Borden sekaligus menghancurkan hidupnya.
Baiklah, tanpa berlama-lama. Let's jump into it!
SPOILER ALERT!!
Tulisan ini mengandung spoiler!
1. Penjelasan Ending and Inti Tema Film The Prestidge
Ending film memperlihatkan Borden ternyata masih hidup dan menembak Angier (Lord Cadlow). Angier kemudian menyadari bahwa Borden sebenarnya adalah dua kembaran yang berbagi identitas. Dalam sekaratnya itu, Angier yang pasrah mulai membuka rahasianya, rahasia yang jauh lebih gelap.
Angier menyempurnakan The Transported Man dengan mesin Nikola Tesla dan mencapai ilusi teleportasi yang sebenarnya. Namun, Angier tidak benar-benar berteleportasi, melainkan berduplikasi. Ketika mesin sulap Angier menduplikasinya, klon Angierlah yang akan muncul di tempat lain, menciptakan ilusi teleportasi yang nyata. Sementara Angier yang asli meninggal di tangki air, kloningan Angier melanjutkan hingga pertunjukkan berikutnya (dengan siklus yang sama).
Aku rasa ini memberi kita kepastian bahwa Angier telah mati sejak lama dan telah digantikan oleh kloningannya hingga penampilan terakhirnya.
Di akhir film, kita kembali melihat adegan awal film dimana Cutter menjelaskan trik sulap pada anak Alfred Borden, Jess. Cutter yang awalnya membantu Angier, setuju untuk menjaga Jess karena ia muak dengan obsesi Angier. Adegan kemudian berpindah ke mayat Angier beserta banyak tangki air lain yang berisi mayat klon Angier, menunjukkan bahwa ia telah membunuh dirinya berkali-kali.
The Prestige adalah film tentang obsesi, dengki dan bahaya mengejar kesempurnaan. Film ini juga mencakup tema pengorbanan dan pertanyaan seberapa jauh batasan seorang penghibur demi seni mereka. Tema-tema ini terlihat jelas saat kematian Angier dimana ia rela mengorbankan dirinya berkali-kali demi satu trik sulap. Obsesinya untuk mengalahkan Borden begitu kuat hingga serangkaian duplikat Angier bersedia menjalani kehidupan yang singkat, bahkan tidak sampai sehari jika pertunjukkannya berdekatan.
Di sisi lain, si kembar Borden menjalani kehidupan ganda lama sebelum The Prestige dimulai. Jelas bahwa obsesi mereka dengan sulap dan pertunjukan panggung lebih diutamakan daripada hal lainnya. Mereka telah terperangkap dalam spiral obsesi dan mengorbankan identitas dan kehidupan normal mereka sendiri untuk mencapainya.
2. Identitas Alfred Borden dan trik The Transported Man
Sejak kematian Julia, Alfred Borden berkarir solo dengan nama panggung "The Professor". Di sepanjang film, kita menyaksikan Borden selalu ditemani oleh Fallon, asisten sejati yang ternyata adalah saudara kembarnya. Mereka berbagi satu identitas sepanjang film, menjadi Alfred Borden.
Inilah yang rahasia trik itu, inilah yang membuat The Transported Man tampak nyata.
Angier sebenarnya sudah diberitahu oleh Cutter tentang ini. Namun, ia menolak mempercayainya. Ia begitu yakin karena melihat jari buntung Borden akibat sabotasenya terhadap penampilan Borden beberapa waktu lalu.
 |
| Fallon and Alfred |
Setelah mengetahui fakta ini, kalian mungkin bertanya-tanya. Bagaimana kita mengenali siapa yang menjadi siapa di sepanjang film? Siapa yang menikahi Sarah? Siapa yang sebenarnya berambisi mengalahkan Angier? Siapa yang bersalah atas kematian Julia? Dan siapa yang sebenarnya berakhir di tiang gantungan?
Tidak ada petunjuk fisik jelas yang dapat membedakan mereka. Satu-satunya petunjuk yang dapat kita perhatikan adalah Alfred dan Freedy mencintai orang yang berbeda. Albert mencintai dan menikahi Sarah dan memiliki anak dengannya, Jess. Sementara, Freedy mencintai Olivia. Dari sini, perlakuan Borden terhadap Sarah lah yang dapat membantu kita membedakan mereka. Alfred memperlakukan Sarah dengan baik, sementara Freedy memperlakukan Sarah dengan buruk. Intuisi Sarah tentang tulus atau tidaknya ucapan Alfred juga menjadi petunjuk, seperti dialog berikut:
Borden: Aku mencintaimu.
Sarah: Kau serius hari ini.
Borden: Tentu saja.
Sarah: Rasanya sulit ketika kau tidak.
Borden: Semuanya akan baik saja, karena aku sangat mencintaimu.
Sarah: Katakan lagi.
Borden: Aku mencintaimu.
Sarah: Tidak hari ini.
Borden: Apa maksudmu?
Sarah: Yah, kadang itu terdengar palsu. Mungkin hari ini kau lebih mencintai sulap. Aku senang bisa membedakannya, itu membuat hari ketika kau sungguh-sungguh jadi berarti.
Hal ini sering kali menimbulkan kesalahpahaman dalam rumah tangga mereka. Sarah yang tidak mengetahui bahwa Borden sebenarnya dua orang, mengira suaminya itu berselingkuh dengan asisten sulapnya, Olivia. Ini membuat Sarah membawa patah hatinya menuju tiang gantungan, mengambil nyawanya sendiri.
Dari sini saya menyimpulkan bahwa Freedy memiliki sifat yang agak tempramen dan tidak sabar (berdasarkan cara ia memperlakukan Sarah), sementara Alfred lebih lembut dan lebih simpatik. Freedy lah yang bersikeras bereksperimen simpul tali pada Julia yang kemudian membunuhnya. Hal ini membuat jawaban tidak tahu dari Borden masuk akal sebab Angier mungkin bertanya kepada Borden yang salah. Ialah yang berambisi mengalahkan Angier, Ialah yang menemukan Angier di tangki air dan Ia pula yang dihukum gantung di akhir film. Perhatikan dialog Borden sebelum dieksekusi:
Borden: Kau benar. Aku seharusnya membiarkan dia dengan triknya. Maafkan aku. Aku menyesali banyak hal. Aku minta maaf tentang Sarah. Aku tidak bermaksud menyakitinya... sungguh. Pergi dan jalani hidupmu sepenuhnya sekarang. Hiduplah demi kita.
Fallon: Selamat tinggal.
3. Penjelasan Alur Waktu di Film The Prestige
Konsep alur maju mundur dalam film-film Nolan bukanlah hal baru. Seperti kebanyakan filmnya, alur film ini membentuk siklus yang dimulai dari akhir cerita (di adegan awal) dan berakhir di adegan awal pula.
Film dibuka dengan penampilan terakhir Angier, The Real Transported Man dimana ia berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu singkat. Borden yang ingin menemui Angier, menyusup kebalik panggung dan malah menyaksikannya tewas di tangki air.
Benar saja, Borden segara dicurigai dan didakwa atas pembunuhan Angier. Ia mendapat hukuman gantung dan harus menunggu hari kematiannya di penjara. Selama di penjara, Borden dibujuk oleh pengacara Lord Cadlow untuk menjual semua trik sulapnya. Ia membujuk Borden dengan memberikan buku harian Angier. Dari buku harian inilah, kita melihat kilas balik sebelum semua tragedi ini terjadi.
Nah, setelah menyimak kedua buku harian ini, saya simpulkan bahwa:
Setelah kematian tragis Julia, Angier dan Borden saling berusaha mensabotase pertunjukan sulap satu sama lain. Hingga Borden menampilkan The Transported Man. Angier menjadi terobsesi dan mengirim asistem sulapnya, Olivia untuk menjadi mata-mata dan informan. Tanpa ia ketahui, Olivia malah jatuh cinta kepada Borden dan menjebaknya Angier dengan memberinya buku harian Borden. Hal ini bertujuan agar Angier meninggalkan London dan pergi ke Amerika. Namun, jebakan Borden malah membawa Angier pada Nikola Tesla, ilmuwan terbuang yang membuat obsesi Angier menjadi nyata. Hanya saja ini bukan lagi trik, melainkan benar-benar terjadi.
Dengan mesin Tesla, Angier mampu berduplikasi. Namun, pasti akan repot jika Angier punya banyak klon yang bertebaran. Jadi, ia membunuh klonnya (atau sebaliknya) disetiap pertunjukkan dengan cara menjatuhkan diri ke tangki air yang sudah disiapkan di bawah panggung. Hal ini kemudian (yang entah sengaja atau tidak) berakhir menjebak Borden atas kasus pembunuhan.
Klon terakhir Angier merubah Identitasnya menjadi Lord Cadlow, bangsawan ahli sulap dan ahli sejarah yang membeli trik sulap Borden dan ingin mengambil alih hak asuh Jess, anak Borden. Cutter yang merasa muak dengan obsesi Angier akhirnya memihak saudara Borden yang masih hidup dan menjaga Jess hingga Borden selesai membunuh Angier.
Akhirnya, Angier tewas ditembak oleh kembaran Borden dan kita melihat banyak tangki air yang berisi mayat Angier lain.
Secara keseluruhan, The Prestige menyajikan plot twist demi plot twist dengan cara yang tak terduga. Saat penonton mengira twist terbesarnya terungkap, kita masih mengejutkan dengan twist twist lain yang tidak kalah shockingnya. Plot twist favoritku adalah ketika identitas kembaran Borden terungkap. Ini membuatku mengingat kembali semua dialog Borden dan membuat ketidakkonsistenan dan motivasi tindakannya menjadi jelas. Pastinya ini akan masuk kedaftar film paling plot-twist versi aku. Kalau menurut kamu, apa plot twist film ini yang paling shocking? Share di bawah ya!
Komentar
Posting Komentar